Harga kamera GoPro murah 2015 Lengkap | plus hasil foto

By Andro terbaru | At 5:27 AM | Label : | 0 Comments
Harga kamera GoPro murah 2015 Lengkap | plus hasil foto, Kamera yang hanya sebesar biji korek he2 (maksudnya sebesar korek api) sekilas nampak kamera mainan ini ternyata bisa cukup membuat komputer, PC bahkan laptop anda hang saat mengedit hasilnya. Meskipun kecil kamera Gopro ini tidak sekecil hasilnya bahkan hasilnya bisa ngalahin kamera DSLR. Tahu kah anda bahwa kamera GoPro ini adalah salah satu kamera yang tahun 2015 ini melonjak peminatnya ? Bukan main tidak hanya itu saja pasti anda akan sedikit bingung pertama melihat kamera ini, sudah kecil LCD layarnya  monokrom (hitam putih) tidak ada previewnya tombolnya juga hanya tiga, tapi kenapa nih kamera masih saja banyak peminatnya ya!!! bahkan malah makin melonjak. Bagi yang tidak tahu mungkin nih apaan yah dikira kamera VGA kali ya, he....2 padahal situ kalau mau melihat hasilnya di komputer aja bisa pusing saking besarnya file yang harus di proses. Pernah punya temen yang mau buka dan edit hasil video dari kamera GoPro ini padahal PCnya udah MACBOOK Pro 17 dengan prosesor i7 bahkan RAM di PCnya ndak main-main soalnya 8GB sudah ditanam disana saja masih super lelet untuk mengolah hasil video dari kamera GoPro sekecil ini. Gimana anda mau coba beli ??? he2 

Harga kamera GoPro murah 2015 Lengkap | plus hasil foto, Kamera yang biasa di jadikan oleh-oleh dari mekah saat haji atau umroh ini memang bagi orang awam tidak terlalu familier dibandingkan dengan kamera DSLR. Kelebihan yag ditawarkan dari kamera kecil ini adalah resolusi yang mampu di hasilkan oleh kamera GoPro ini sebesar 4096 x 2160 pixel, yang artinya ini kamera sudah masuk ranah Ultra HD lho gan!!! bahkan nikon D300s saja baru   1080 x 720. nah kelebihan yang lainya adalah pada fps (frame per detik) bisa mampu menghasilkan 12.5, 24, 25, 48, 50, 60 sampai 100. jadi nih kamera bisa digunain untuk adegan video slow motion dengan sangat bagus karena mampu menciptakan 100 gambar perdetik dan juga ada pengaturan pilihan kombinasi fps dengan resolusinya. Nah lho kulitas videonya bisa di umpamakan kartu memory anda 3GB habis dalam waktu 3menit untuk hasil kualitas video seperti bioskop (UltraHD). Jadi kartu memory anda akan cepat penuh, dan sebaiknya anda mengunakan memory 32GB atau 64GB dengan kulitas 10 (memory level tercepat) untuk bisa menghasilkan video ultra dengan cukup cepat dan baik. Kamera GoPro ini juga mampu menghasilkan gambar 30 foto per detik, widih kamera DSLR nikon D300s saja baru bisa menghasilkan 8-9 foto perdetik. Cuman saat menggunakan fitur burst ini memang kamera GoPro perlo loading lebih lama untuk mentransfer foto ke kartu memorynya, sedang jenis kamera DSLR lebih cepat. Sebenarnya kualitas warna foto dan videonya biasa-biasa saja, namun di kulitas video miri dengan jenis file RAW pada kamera DSLR, jadi warnanya sangat bisa diperbaiki lagi di komputer. Nah kelebihan yang lainya adalah anda bisa mambuat video 3D dengan mudah, hanya dengan mengunakan 2 body kamera GoPro dalam satu wadah khusus dan disatukan dengan software cineform hasil penyatuan kamera kanan dan kiri, hebat bukan tanpa harus membeli kamera 3D yang mahal.Kelebihan lagi kamera ini biasanya sudah memiliki fitur WIFI biasanya untuk GoPro Hero 3 dan keatasnya. Fungsi wifi ini bisa digunakan untuk mengontrol kamera dari jarak jauh dengan mengunakan android dan iphone. Selain itu kamera ini juga sangat aman, sangat anti goncangan, anti air dan juga cocok untuk luar ruagan untuk kegiatan extrime.           

Harga kamera GoPro murah 2015 Lengkap | plus hasil foto, Nah meskipun sudah kita bahas kelebihannya bagaimana apakah tidak ada kekurangan dari kamera ini. Tentu saja pasti ada kekurangannya, berikut ini adalah kekuragnnya : Seperti tombolnya hanya tiga, tidak ada pengaturan Bukaan, ISO, kecepatan dan sebagainya tidak seperti kamera DSLR lainya. nah berikut ini adalah harga kamer GoPro tahun 2015 ini.
    

1. GoPro 3+ (Silver 10MP)
Harga Rp 4.050.000

Spesifikasi:
Detail produk
GoPro HERO3+ Black Edition Camera 20% lebih kecil dan lebih ringan dari seri sebelumnya HERO3. HERO3+ juga memiliki Wi-Fi yang lebih cepat dibandingkan dengan HERO3.

Rekam Berbagai Macam Olahraga
HERO3+ didesain untuk merekam berbagai macam olahraga dan paket yang ada termasuk casing yang dapat dibawa menyelam hingga 40m. Kamera ini dapat merekam video 4K Cinema,
2.7K Cinema, 1440p dan Full HD 1080p. Disamping itu HERO3+ juga dapat merekam video 960p dan 720p juga.

Sistem Video
Kamera ini mendukung sistem video baik NTSC maupun PAL dan dapat merekam hingga 120 fps pada mode 720p. HERO3+ juga dapat digunakan untuk kamera digital sebesar 12MP dengan mode burst sampai 30 fps.

Kompatibilitas dan Konektivitas
HERO3+ termasuk GoPro Wi-Fi Remote dan kompatibel dengan LCD Touch BacPac dan Battery BacPac (keduanya dijual terpisah).  Remote Wi-Fi nya memiliki jarak hingga 180m. Remote yang ada bahkan memiliki kemampuan bawah air hingga 3m dan mampu mengontrol hingga 50 kamera pada saat yang bersamaan.
 

2. GoPro 3+ (Black 12MP)
Harga Rp 5.299.000

Spesifikasi:
Detail produk
GoPro HERO3+ Black Edition Camera 20% lebih kecil dan lebih ringan dari seri sebelumnya HERO3. HERO3+ juga memiliki Wi-Fi yang lebih cepat dibandingkan dengan HERO3.

Rekam Berbagai Macam Olahraga
HERO3+ didesain untuk merekam berbagai macam olahraga dan paket yang ada termasuk casing yang dapat dibawa menyelam hingga 40m. Kamera ini dapat merekam video 4K Cinema,
2.7K Cinema, 1440p dan Full HD 1080p. Disamping itu HERO3+ juga dapat merekam video 960p dan 720p juga.

Sistem Video
Kamera ini mendukung sistem video baik NTSC maupun PAL dan dapat merekam hingga 120 fps pada mode 720p. HERO3+ juga dapat digunakan untuk kamera digital sebesar 12MP dengan mode burst sampai 30 fps.

Kompatibilitas dan Konektivitas
HERO3+ termasuk GoPro Wi-Fi Remote dan kompatibel dengan LCD Touch BacPac dan Battery BacPac (keduanya dijual terpisah).  Remote Wi-Fi nya memiliki jarak hingga 180m. Remote yang ada bahkan memiliki kemampuan bawah air hingga 3m dan mampu mengontrol hingga 50 kamera pada saat yang bersamaan.

3. Gopro Hero 3 (Black 11MP)
Harga Rp 2.950.000

Spesisifikasi:
Kamera yang lahir dari semangat untuk mengabadikan petualangan dari sudut pandang Anda, HERO3 Edition sepenuhnya didesain ulang yang merupakan kamera GoPro yang tertangguh dan tercanggih. Merupakan sebauh kamera professional yang memiliki 1080p/30 fps, 960p/48 fps, dan 720p/60 fps dan merekam video WVGA 240 fps

Daya Tahan & Multifungsi
Mempunyai fitur tahan banting di ketinggian 197 kaki dan tahan air di kedalaman 60m, Anda bisa memakai kamera ini ketika surfing. Housing kamera GoPro bisa dirancang dengan material berkualitas tinggi, polycarbonate exoskeletal. HERO3 siap untuk mengabadikan aksi scuba diving hingga balapan off road dan cukup kuat walaupun Anda bawa berkendara di aspal atau saat meluncur ke ruang angkasa, GoPro dibangun untuk tahan bantingan dan terus merekam. Tersedia lens kit dan housing yang dapat Anda ganti sesuai kebutuhan.

Gunakan, Pasangkan, dan Anda Akan Menyukainya.
Mounting GoPro memungkinkan Anda untuk menangkap penuh pengalaman saat-saat paling menarik Anda sambil memastikan kamera Anda terpasang dengan baik. Helm, tiang, papan, kendaraan, atau apapun, mount kamera GoPro yang akan membantu Anda mendapatkan sudut yang sempurna dan POV untuk petualangan yang paling epik. HERO3 ini dilenngkapi dengan beberapa mounting dasar.


4.  GoPro Hero 4 Silver 12MP
Harga Rp  5.690.000

GoPro HERO4 Silver, dengan kemampuan untuk menangkap 4K pada 15 fps dan kemampuan perekaman mencapai 2,7k pada kecepatan 30 fps, dan dilengkapi layar touchscreen. GoPro HERO4 Silver memungkinkan Anda untuk bergerak melampaui HD saat mengambil gaya POV rekaman baik memakai kamera atau pemasangan dalam beberapa cara kreatif. Untuk pemantauan dan operasi, kamera ini dilengkapi dengan Wi - Fi dan konektivitas Bluetooth membiarkan Anda memasangkannya dengan perangkat mobile atau Smart jauh terpisah tersedia.

Slot USB
Ada juga port USB untuk transfer file , pengisian , atau untuk menghubungkan termasuk 3.5mm adaptor mic . Dengan dilengkapi Housing kamera yang tahan sampai kedalaman 40 meter.

12 Megapixel
Sementara dalam modus foto 12 megapixel adalah mungkin untuk merekam ledakan kecepatan tinggi di atas 30 fps, membantu Anda menangkap stills tindakan pada saat yang tepat.



5. GoPro Hero 4 ( Hitam 12MP )
Harga Rp 7.200.000

Spesifikasi:
Kemampuan merekam video resolusi 4K 30fps, atau lebih tinggi dibanding model sebelumnya yang mencapai 15fps. Resolusi video lain dengan 2.7K 50fps, 1440p 80fps, Full HD dan 960p 120fps, HD video 120 fps. Untuk opsi seting slow motion 240fps sepertinya dicabut. Untuk pengambilan foto tetap dapat mengambil gambar dengan 12Mpix pada kecepatan 30fps.

Audio Terbaik
Suara Camera GoPro Hero 4 juga diperbaiki kemampuannya, dan fitur yang baru dengan 2x dynamic range. Bagian lensa dapat diatur untuk Ultra WIde, Medium dan Narrow. Menandingi produk HTC, GoPro Hero 4 dapat dibawah menyelam sampai kedalaman 40 meter (dengan case).

Konektivitas
Perangkat lain yang disediakan dari WIFI, Bluetooth, exposure setting untuk mengambilan gambar malam hari, dan QuikCapture dengan instan ketika camera aktif dan merekam dengan satu tombol. 



Video HD GoPro 3+





Note* : Kalau hanya untuk selfie, atau mengupload video di youtube tidak perlu mengunakan kamera jenis ini, baik gunakan kamera DSLR!!!  tapi jia anda petualang extrem, olahraga exterm seperti balap di hutan, atau lainya bisa gunakan kamera ini untuk dokumentasi.



Demikian informais yang bisa kami samapikan terkait dengan info kamera khususnya tentang tema yang berkaitan dengan Harga kamera GoPro murah 2015 Lengkap | plus hasil foto.  Semoga informasi diatas bisa menjadikan info tambahan dan juga referensi dalam membeli kamera GoPro yang cukup populer hingga saat ini. sekian dan terimakasih atas kunjugan saudara.

101 obyek foto keren di pantai yang bisa di ambil

By Andro terbaru | At 1:19 AM | Label : , | 0 Comments
101 obyek foto keren di pantai yang bisa di ambil, pernahkah anda bingung untuk mengambil foto apa saja yang bagus dan berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi? Nah bagi anda yang baru terjun ke dunia fotografi tentu akan mengalami kesulitan dalam menentukan apa yang bagus bukan?  Ada beberapa tehnik dan tips yang bisa anda terapkan ketika anda berada dilokasi pantai. beberapa hal yang bisa di eksporasi adalah waktu mulai dari pagi (sunrise) siang hari, sore (sunset), kemudian dari segi komposisi anda bisa mencari garis pantai, pola ombak, tekstur pasr, bentuk, dan juga bidang semuaya bisa anda eksploras, dengan perpaduan tehnik rule of third,  focal point, point of interest, pemanfaatan cahaya, latar atau background yang menarik. tehnik siluet pastinya harus anda terapkan di kala anda mendapatkan moment sunrise maupaun sunset. pengaturan shutter lambat maupun cepat untuk menampilkan kesan tekstur lembutnya ombak seperti kapas.

101 obyek foto keren di pantai yang bisa di ambil, Pantai adalah lokasi paling mudah belajar komposisi, mengapa ? Karena ada horizon laut. Horizon laut ini bisa kita gunakan sebagai penanda garis bawah atau garis atas dari batas-batas Rule of Third. Misalkan kita ambil komposisi 1/3 pantai, 1/3 laut dan 1/3  langit. Jika ada obyek lain misal perahu, bisa kita atur agar perahu tersebut terletak 1/3 frame dan menuju 2/3 frame lainnya sehingga foto seakan-akan bisa bercerita “perjalanan masih jauh”. beberapa obyek bagus dan berkualitas yang bisa digali dari sumber wisata pantai adalah sebagai berikut ini :

obyek Sunrise
Saat mata hari terbit bisa juga anda mengambil foto dengan tehnik siluet, pada kondisi ini biasanya berada pada pukul 5.30 hingga pukul 07.00.  nah beberapa yang harus diperhatikan misalnya komposisi warna, jika mengunakan tehnik siluet biasanya bukit dan awan biru yang bisa menjadi obyek, atau juga naik andong dengan siluet biru/ungu.

mirip dengan pengaturan ini  f.11, speed 1/250 sec, ISO 200, fl. 55mm, mode A

.
       
Ayo tidak hanya itu di eksplor lagi pasti masih banyak ya, ini hanya contoh !!!!

Ombak laut 
Ombak laut yang bisa anda ekspolarsi adalah misalnya komposisi garis dan warnanya, kemudian teksturnya dan sebagainya atu mungkin juga bisa istilah Ombak Kapas. Ini hanya istilah saja, saya tidak begitu hapal istilah umumnya. Intinya membuat ombak menjadi lembut, selembut helai-helai kapas. Mudahnya kita akan mengatur bukaan rana yang cukup lama sehingga menghasilkan efek gerakan ombak yang sangat halus, hati2 harus pake tripod karena sedikit goyangan saja fotonya bisa blur bahkan tidak jadi. Caranya waktu harus pagi sekali, saat cahaya masih sedikit. Alat wajib adalah tripod, karena prosesnya adalah mengambil foto ombak dengan shutter speed lama, jadi akan memberi efek pada ombak menjadi seperti kapas putih karena blur, sementara obyek lainnya misal langit, pasir dan batu tetap tajam.


biasanya settinganya : Tripod, f11-16, shutter speed 30 menit, iso kecil 80-100, waktu pagi/sore minim cahaya.


Langit berawan
Obyek menarik tidak harus yang wah, kadang yang sederhana justru yang paling menarik. Tentu berbeda-beda cara pandang untuk setiap orang. Yang paling gampang misalnya ambil foto pasir putih pantai, laut berombak dan langit berawan. Ini adalah kombinasi standar foto di pantai. dan juga ingat aturan rule of trid agar foto lebih berkesan.


Karang (batu)
 
bisa juga anda set pada : f.16, 1/100 sec, ISO 100, fl 18mm mode A


Sunset, Pada waktu-waktu itu, cahaya Matahari lebih lembut dan dramatis, langit juga masih bergradasi dari warna biru kuning dan memerah merupakan obyek yang menggiurkan bagi fotografer landscape. Perlu diperhatikan pada kondisi ini cahaya masih sangat minim sehingga lakukan setting eksposure dan metering dengan tepat agar tidak underexpose (foto cenderung gelap). Tidak perlu takut melakukan trial and error, jika terlalu gelap naikkan bukaan aperture misal dari f/11 menjadi f/8. Atau bisa juga naikkan ISO, tapi jangan terlalu tinggi karena bisa membuat foto banyak noise. Untuk shutter speed tidak ada patokan, tergantung tujuan foto. Kita jelaskan di bagian Moment.
 bisa anda set : f.9 speed 1/1000 sec, ISO 200, Fl 55mm mode A
Perahu, Obyek yang sering terlihat dipantai adalah perahu, baik perahu nelayan yang sedang berlayar, maupun perahu layar yang sedang sandar dipantai.



Garis pantai, Lokasi pantai umumnya ya terdapat pasir, ada air laut, biasanya ini yang menjadi obyek utama POI (point of interest) dalam fotografi pantai. Terus apa lagi ? Ada langit, ada awan, perahu dan sedikit pepohonan yang biasanya adalah pohon-pohon kelapa. Tapi dengan jumlah obyek yang itu-itu saja, ternyata banyak kreatifitas yang bisa kita gali disana, karena kombinasinya menjadi tak terbatas jika kita masukkan unsur waktu. Hunting foto waktu pagi, waktu siang atau waktu sore tentu akan berbeda, juga kecepatan shutter lambat atau cepat tertentu akan menghasilkan hasil yang masing-masing unik.
 
lihat komposisi warna, garis pantai dan indahnya sunset perpaduan yang indah bukan
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait dengan info terbaru dari hargacamerabaru semoga bisa bermanfaat untuk anda terutama yang mengenai masalah 101 obyek foto keren di pantai yang bisa di ambil, Semoga bisa menjadi referensi bagi anda. sekia dan terimakasih.

Mengatur shutter speed kamera DSLR (dengan hasil foto)

By Andro terbaru | At 1:04 AM | Label : | 0 Comments
Mengatur shutter speed kamera DSLR (dengan hasil foto), Baru belajar di dunia fotografi ya? atau baru dibeliin kamera DSLR ama nyokap, nah memang untuk kedua alasan diatas biasanya menjadikan kita akan minim pengalaman tentang potret mempotret yakan! biasanya dengan kamera hp smartphone maupun dengan kamera saku yang sudah siap dengan mode otomatisnya sekarang harus  disuruh belajar masalah Shutter speed (kecepatan rana) , Depth of field (DOP) alias Ruag tajam, ISO, dan juga konsep exsposure. Nah memang istilah istilah diatas sangat awam bagi yang baru menekuni dunia fotografi termasuk saya juga, nah bagaimana cara agar pengaturan-pengaturan diatas tepat agar asil foto kita bagus, begitu bukan masalah anda, he2 tenang guys mari belajar sama-sama. 

Pengaruh shutter speed kamera DSLR pada dengan hasil foto, Kecepatan rana merupakan waktu yang diperlukan atau yang digunakan oleh cahaya untuk menyinari sensor kamera atau film(waktu eksposure). Semakin lambat kecepatan rana, maka  akan menghasilkan  gambar yang semakin terang juga. Begitu pula dengan sebaliknya.

Kecepatan rana diukur dalam satuan detik (dalam display kamera biasanya tercantum angka 1/2500 (detik), (½ detik  hingga 30’ ). Bahkan pada kamera DSLR terdapat fasilitas bulb yang memungkinkan kamera untuk membuka rana dalam  hitungan puluhan menit bahkan jam.

Selain untuk mengatur waktu eksposure, kecepatan rana sering dimanfatkan untuk membuat efek yang bagus atau unik dari sebuah foto. Pada pengunaan kamera yang mengunakan kecepatan tinggi maka akan menghasilkan benda efek beku, atau membekukan gerakan obyek (freese), sedangkan untuk kecepatan sangat lambat digunakan untuk membuat efek photo untuk merekam gerakan ( sense of motion). Biasnaya untuk mengambil gambar motoGP itu diperlukan kamera yang bisa menangkap obyek dengan sangat cepat berarti shutter speednya harus yang memiliki tingkat tinggi agar obyek bisa ditangkap, karena seperti yang anda tahu motoGP mampu melaju dengan kecepataan hingga >500Km/jam.

Contoh pengunaan shutter speed lambat biasanya memfoto gerakan motor/mobil lampu dimalam hari, air mengalir di sungai untuk menghasilkan efek bagus.



Contoh pemanfaatan shutter speed cepat biasanya untuk foto olah raga, binatang, bisa juga menampilkan effek air, balon meledak dan sebagainya sepertia gambar dibawah ini.



Pengaruh shutter speed kamera DSLR (dengan hasil foto)
Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait dengan informasi mengenai Mengatur shutter speed kamera DSLR (dengan hasil foto). Semoga informasi yang telah kami sampaikan diatas bisa menjadikan informasi baru, atau setidaknya bisa menjadikan referensi mudah dan cepat paham dengan masalah yang satu ini.

5 Kamera Dslr pemula Murah Nikon plus gambar maret 2015

By Andro terbaru | At 2:02 AM | Label : , , | 0 Comments
5 Kamera Dslr pemula Murah Nikon plus gambar maret 2015, Kamera dslr khusus untuk para pemula yang sedang mengandrungi indahnya dunia fotografi yang akan kami sampaikan ini mungkin akan sangat bermanfaat bila anda termasuk salah satu yang sedang mencarinya. Kebanyakan para fotografer akan merekomendasikan Nikon sebagai kamera awal untuk para newbie (pemula), hal ini bukan tanpa alasan melainkan karena kamera Nikon dslr memiliki tipe terbanyak khususnya untuk para pemula. Tipe kamera untuk para khususnya Nikon ini memiliki nilai angka dibelakang huruf D sebanyak 4 digit semakin sedikit digit angka di belakag huruf  D maka tipenya semakin tinggi, begitu sebenarnya cara termudah mengenalinya, namun tidak hanya sebatas itu lho karena fitur-fitur yag ditawarkan disetiap tipe pun meskipun berada dalam satu kasta pemula namun memiliki fitur yag berbeda-beda ,sehingga harganya juga berbeda-beda. Misalnya fitur wifi, fitur Gps, fitur banyaknya titik fokus, kecepatan pengambilan gambar, berapa gambar perdetik yang bisa dihasilkan oleh tiap kamera berbeda-beda. 

5 Kamera Dslr pemula Murah Nikon plus gambar maret 2015, Bagi yang masih awam menekuni bidang fotografi saya rasa Nikon D3100 pun sudah cukup untuk membuat anda bereksplorasi menemukan cara mengambil gambar dengan berbagai pengaturan. Karena dengan kamera DSLR anda mampu menciptakan berbagai karya meskipun dengan satu obyek saja. Bagaimana tidak anda bisa bereksploras dengan pengaruh kecepatan bukaan kamera terhadap hasil obyek, pengaruh ISO terhadap hasil gambar, angle, dan berbagai aturan-aturan yang bisa anda terapkan disana, dan tentunya eksplorasi andalah yang bisa menentukan kemahiran seseorang jangan takut untuk bereksplorasi berani maju dan berani melakukan sesuatu yang berbeda dari pakem. Nah kalai ini kami akan posting artikel mengenai 5 tipe kamera dslr ditahun 2015 ini beserta spesifikasi dan gambarnya. 5 tipe tersebut adalah Nikon D3100, Nikon D3200, Nikon D3300, Nikon D5100, dan Nikon D5200  

5 Kamera Dslr pemula Murah Nikon plus gambar maret 2015

1. Nikon D3100 Dslr Pemula 14.2 MP
Harga Rp  3.650.000 Body Only
Harga Rp 4.075.000 Kit 1 18-55VR


Spesifikasi:


Type of Camera Single-lens reflex digital camera
Effective Pixels 14.2 million
Image Sensor Nikon DX format (23.1 x 15.4 mm) CMOS sensor
Image Size 4,608 x 3,072 [L], 3,456 x 2,3404 [M], 2,304 x 1,536 [S]
Sensitivity ISO 100 to 3200 in steps of 1 EV, plus HI-1 (ISO 6400) and HI-2 (ISO 12800)
File Format NEF (12 bit compressed RAW); JPEG (Baseline-compliant); MOV movie (H.264/MPEG-4 compression format with monaural sound)
Storage Media SD memory card (SDHC and SDXC compliant)
Shooting Modes 1) Single frame shooting mode, 2) Continuous shooting mode: approx. 3fps, 3) Self-timer mode, 4) Quiet Shutter Release
White Balance Auto (TTL white-balance with 420-pixel RGB sensor), Incandescent, Fluorescent, Direct sunlight, Flash, Cloudy, Shade, White balance preset
LCD Monitor 3.0", 230,000-dot, low-temperature polysilicon TFT LCD
Playback Function 1) Full-frame, 2) Movie Playback, 3) Thumbnail (4/9/72, calendar) playback, 4) playback zoom, 5) Faces detected during zoom, 6)Slide show 7) RGB histogram display, 8) Highlights, 9) Auto image rotation, 10) Image comment
Delete Function Single image, Selected images, images taken on a selected date, All images (except protected images)
Interface USB 2.0 (High-speed), Video output, HDMI output (Type C mini-pin connector)
Picture Angle Approx. 1.5x lens focal length
Viewfinder Eye-level penta-Dach mirror type; built-in diopter adjustment (-1.7 to +0.5m-1)
Focusing Screen Type B BriteView Clear Matte Mark VII screen
Viewfinder Frame Coverage/Magnification Approx. 95%/ Approx. 0.8x
Autofocus TTL phase detection by Nikon Multi-CAM 1000 autofocus module with AF-assist (range approx. 0.5-3m); 11 focus point; Detection range: -1 to +19 EV (ISO 100 at 20°C/68°F)
Focus Modes 1) Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); Continuous servo AF (AF-C); Auto AF-S/AF-C selection (AF-A), predictive focus tracking activated automatically according to subject status 2) Manual focus (MF) can be selected
Exposure Metering System 1) 3D color matrix metering Ⅱ (type G and D lenses), color matrix metering II (other CPU lenses), 2) Center-weighted (weight given to 8-mm circle in center of frame), 3) Spot metering (meters 3.5-mm circle centered on selected focus point)
Exposure Metering Range 1) 0 to 20 EV (3D-Color Matrix or Center-weighted metering), 2) 2 to 20 EV (Spot metering)
Exposure Control 1) Digital Vari-Program (Auto, Auto [Flash Off], Portrait, Landscape, Child, Sports, Close Up, Night Portrait), 2) Programmed Auto [P], 3) Shutter-Priority Auto [S], 4) Aperture Priority Auto [A], 5) Manual [M], 6) Guide mode 
Auto Exposure Bracketing No
Shutter Electronically controlled vertical-travel focal plane shutter, 30 to 1/4000sec in steps of 1/3 EV plus bulb
Sync Contact X-contact only; flash synchronization at up to 1/200 sec
Flash Control 1) TTL: i-TTL balanced fill-flash and standard i-TTL flash for digital SLR using 420-pixel RGB sensor are available with built-in flash and SB-900, SB-800, SB-600, or SB-400, 2) Auto aperture: Available with SB-900 or SB-800 and CPU lens, 3) Non-TTL auto: Supported flash units include SB-900, SB-800, SB-28, SB-27, and SB-22S, 4) Distance-priority manual: Available with SB-900 and SB-800
Flash Sync Modes 1) Front-curtain sync, 2) Red-eye reduction, 3) Slow sync with red-eye reduction, 4) Slow sync, 5) rear-curtain sync
Self-Timer Electronically controlled timer with duration of 2 or 10s.
Remote Control Via Remote Cord MC-DC2 (optional)
GPS via GP-1 GPS Unit (optional)
Supported Languages Total of 20 languages:Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Norwegian, Polish, Portuguese, Russian, Spanish, Swedish, Turkish
Power Requirements Rechargeable EN-EL14 Li-ion battery, EH-5a AC adapter (available separately; requires optional EP-5A power connector )
Battery Life Approx. 550 shots
Tripod Socket 1/4 in. (ISO1222)
Dimensions Approx. 124 x 96 x 74.5 mm
Weight Approx. 455g
Supplied Accessories Rechargeable Li-ion battery EN-EL14, Quick charger MH-24, Rubber Eyecup DK-20, Camera strap AN-DC3, Body cap BF-1B, Eyepiece cap DK-5, Accessory shoe cover BS-1, 2 Ferrite core , View NX 2 CD 
Other Features Expeed 2 Image Processing Engine, Graphical User Interface, Guide Mode, D-Movie (Full HD recording), Full-time servo AF (AF-F) movie recording








2. Nikon D3200 Kamera Dslr Pemula
Harga Rp 4.659.000 Kit 18-55VR


Spesifikasi:

Type Electronically-controlled vertical-travel focal-plane shutter
Lens mount Nikon F mount (with AF contacts)
Effective angle of view Approx. 1.5 x lens focal length (35 mm format equivalent); Nikon DX format)
Effective pixels 24.2 million
Image sensor 23.2 x 15.4 mm CMOS sensor
Total pixels 24.7 million
Dust-reduction System Image sensor cleaning, Image Dust Off reference data (optional Capture NX 2 software required)
Image size 6,016 x 4,000 (Large)4,512 x 3,000 (Medium)3,008 x 2,000 (Small)
File format MOV
Picture Control System Standard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape; selected Picture Control can be modified
Media SD (Secure Digital) and UHS-I compliant SDHC and SDXC memory cards
File system DCF (Design Rule for Camera File System) 2.0, DPOF (Digital Print Order Format), Exif (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras) 2.3, PictBridge
Viewfinder Eye-level pentamirror single-lens reflex viewfinder
Frame coverage Approx. 95% horizontal and 95% vertical
Magnification Approx. 0.8 x (50 mm f/1.4 lens at infinity, -1.0 m-1)
Eyepoint 18 mm (-1.0m-1; from center surface of viewfinder eyepiece lens)
Diopter adjustment -1.7 - +0.5 m-1
Focusing screen Type B BriteView Clear Matte Mark VII screen
Reflex mirror Quick return
Lens aperture Instant return, electronically controlled
Compatible lenses Autofocus is available with AF-S and AF-I lenses. Autofocus is not available with other type G and D lenses, AF lenses (IX NIKKOR and lenses for the F3AF are not supported), and AI-P lenses. Non-CPU lenses can be used in mode M, but the camera exposure meter will not function.The electronic rangefinder can be used with lenses that have a maximum aperture of f/5.6 or faster.
Speed 1/4000 - 30 s in steps of 1/3 EV; Bulb; Time (requires optional ML-L3 remote control)
Flash sync speed X=1/200 s; synchronizes with shutter at 1/200 s or slower
Release mode Single frame, Continuous, Self-timer, Delayed remote, Quick-response remote, Quiet shutter release
Frame advance rate Up to 4 fps (manual focus, mode M or S, shutter speed 1/250 s or faster, and other settings at default values)
Self-timer 2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1 - 9 exposures
Metering TTL exposure metering using main image sensor
Metering method Matrix
Range Matrix or center-weighted metering: 0 - 20 EVSpot metering: 2 - 20 EV
Exposure meter coupling CPU
Mode Auto modes (auto; auto (flash off)); scene modes (portrait; landscape; child; sports; close up; night portrait); programmed auto with flexible program (P); shutter-priority auto (S); aperture-priority auto (A); manual (M)
Exposure compensation -5 - +5 EV in increments of 1/3 EV
Exposure lock Luminosity locked at detected value with AE-L/AF-L button
ISO sensitivity ISO 200 - 6400; can also be set to approx. 1 EV above ISO 6400 (ISO 12800 equivalent)
Active D-Lighting On, off
Autofocus Contrast-detect AF anywhere in frame (camera selects focus point automatically when face-priority AF or subject-tracking AF is selected)
Detection range -1 - +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)
Lens servo Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); full-time servo AF (AF-F)Manual focus (MF)
Focus point Can be selected from 11 focus points
AF-area mode Face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF, subject-tracking AF
Focus lock Focus can be locked by pressing shutter-release button halfway (single-servo AF) or by pressing AE-L/AF-L button
Built-in flash Auto, portrait, child, close up, night portrait: Auto flash with auto pop-upP, S, A, M: Manual pop-up with button release
Guide Number Approx. 12/39, 13/43 with manual flash (m/ft, ISO 100, 20°C/68°F)
Flash control TTL: i-TTL flash control using 420-pixel RGB sensor is available with built-in flash and SB-910, SB-900, SB-800, SB-700, SB-600, or SB-400; i-TTL balanced fill-flash for digital SLR is used with matrix and center-weighted metering, standard i-TTL flash for digital SLR with spot metering
Flash mode Auto, auto with red-eye reduction, auto slow sync, auto slow sync with red-eye reduction, fill-flash, red-eye reduction, slow sync, slow sync with red-eye reduction, rear-curtain with slow sync, rear-curtain sync, off
Flash compensation -3 - +1 EV in increments of 1/3 EV
Flash-ready indicator Lights when built-in flash or optional flash unit is fully charged; flashes after flash is fired at full output
Accessory shoe ISO 518 hot-shoe with sync and data contacts and safety lock
Nikon Creative Lighting System Advanced Wireless Lighting supported with built-in flash, SB-910, SB-900, SB-800, or SB-700 as a master flash and SB-600 or SB-R200 as remotes, or SU-800 as commander; Flash Color Information Communication supported with built-in flash and all CLS-compatible flash units
Sync terminal AS-15 sync terminal adapter (available separately)
White balance Auto, incandescent, fluorescent (7 types), direct sunlight, flash, cloudy, shade, preset manual, all except preset manual with fine-tuning.
Automatic scene selection Available in auto and auto (flash off) modes
Frame size and frame rate 1,920 x 1,080, 30 p (progressive)/25p/24p, (fine)high/normal1,280 x 720, 60p/50p, (fine)high/normal640 x 424, 30p/25p, (fine)high/normalFrame rates of 30p (actual frame rate 29.97 fps) and 60p (actual frame rate 59.94 fps) are available when NTSC is selected for video mode. 25p and 50p are available when PAL is selected for video mode. Actual frame rate when 24p is selected is 23.976 fps.
Video compression H.264/MPEG-4 Advanced Video Coding
Audio recording format Linear PCM
Audio recording device Built-in monaural or external stereo microphone; sensitivity adjustable
Monitor 7.5-cm/3-in., approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD with 160°; viewing angle, approx. 100% frame coverage, and brightness adjustment
Playback Full-frame and thumbnail (4, 9, or 72 images or calendar) playback with playback zoom, movie playback, photo and/or movie slide shows, histogram display, highlights, auto image rotation, and image comment (up to 36 characters)
USB Hi-Speed USB
Video output NTSC, PAL
HDMI output Type C mini-pin HDMI connector
Accessory terminal Remote cord: MC-DC2 (available separately)GPS unit: GP-1 (available separately)
Audio input Stereo mini-pin jack (3.5mm diameter)
Supported languages Arabic, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Greek, Hindi, Hungarian, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Norwegian, Polish, Portuguese (Portugal and Brazil), Romanian, Russian, Spanish, Swedish, Thai, Turkish, Ukrainian
Battery One rechargeable Li-ion EN-EL14 battery
AC adapter EH-5b AC adapter; requires EP-5A power connector (available separately)
Tripod socket 1/4 in. (ISO 1222)
Dimensions Approx. 125 x 96 x 76.5 mm (5.0 x 3.8 x 3.1 in.)
Weight Approx. 505 g (1 lb 1.8 oz) with battery and memory card but without body cap; approx. 455 g/1 lb (camera body only)
Temperature 0 - 40°C (+32 - 104°F)
Humidity Less than 85% (no condensation)
Supplied accessories EN-EL14 rechargeable Li-ion battery (with terminal cover), MH-24 battery charger, AN-DC3 strap, EG-CP14 audio/video cable, UC-E17 USB cable, DK-5 eyepiece cap, BS-1 accessory shoe cover, DK-20 rubber eyecup, BF-1B body cap, ViewNX 2 CD-ROM, Reference CD


http://goo.gl/jxj2AL





3. Nikon D3300 Dslr Pemula 24.2 MP (NEW)
Harga Rp 5.699.000 Kit 18-55 VR


Spesifikasi:

Type Single-lens reflex digital camera
Lens mount Nikon F mount (with AF contacts)
Effective angle of view Approx. 1.5x that of lenses with FX format angle of view
Effective pixels 24.2 million
Image sensor 23.5 x 15.6 mm CMOS sensor
Total pixels 24.78 million
Dust-reduction System Image sensor cleaning, Image Dust Off reference data (optional Capture NX 2 software required)
Image size Easy panorama mode: 4800 x 1080 (normal, horizontal pan) 1632 x 4800 (normal, vertical pan) 9600 x 1080 (wide, horizontal pan) 1632 x 9600 (wide, vertical pan) Other modes: 6000 x 4000 (Large) 4496 x 3000 (Medium) 2992 x 2000 (Small)
File format MOV
Picture Control System Standard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape; selected Picture Control can be modified
Media SD (Secure Digital) and UHS-I compliant SDHC and SDXC memory cards
File system DCF 2.0, DPOF, Exif 2.3, PictBridge
Viewfinder Eye-level pentamirror single-lens reflex viewfinder
Frame coverage Approx. 95% horizontal and 95% vertical
Eyepoint 18 mm (-1.0 m-1; from center surface of viewfinder eyepiece lens)
Diopter adjustment -1.7 - +0.5 m-1
Focusing screen Type B BriteView Clear Matte Mark VII screen
Reflex mirror Quick return
Lens aperture Instant return, electronically controlled
Compatible lenses Autofocus is available with AF-S and AF-I lenses. Autofocus is not available with other type G and D lenses, AF lenses (IX NIKKOR and lenses for the F3AF are not supported), and AI-P lenses. Non-CPU lenses can be used in mode M, but the camera exposure meter will not function. The electronic rangefinder can be used with lenses that have a maximum aperture of f/5.6 or faster.
Shutter type Electronically-controlled vertical-travel focal-plane shutter
Shutter speed 1/4000 - 30 s in steps of 1/3 EV; Bulb; Time
Shutter flash sync speed X=1/200 s; synchronizes with shutter at 1/200 s or slower
Release mode Single frame, continuous, quiet shutter release, self-timer, delayed remote; ML-L3, quick-response remote; ML-L3
Frame advance rate Up to 5 fps Note: Frame rates assume manual focus, manual or shutter-priority auto exposure, a shutter speed of 1/250 s or faster, and other settings at default values.
Self-timer 2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1-9 exposures
Metering mode TTL exposure metering using 420-pixel RGB sensor
Metering method Matrix
Range Matrix or center-weighted metering: 0-20 EV Spot metering: 2-20 EV
Exposure meter coupling CPU
Mode Auto modes (auto; auto, flash off); programmed auto with flexible program (P); shutter-priority auto (S); aperture-priority auto (A); manual (M); scene modes (portrait; landscape; child; sports; close up; night portrait); special effects modes (night vision; super vivid; pop; photo illustration; color sketch; toy camera effect; miniature effect; selective color; silhouette; high key; low key; HDR painting; easy panorama)
Exposure compensation Can be adjusted by -5 - +5 EV in increments of 1/3 EV in P, S, A, and M modes
Exposure lock Luminosity locked at detected value with AE-L/AF-L button
ISO sensitivity ISO 200 - 6400; can also be set to approx. 1 EV above ISO 6400 (ISO 12800 equivalent)
Active D-Lighting On, off
Autofocus Contrast-detect AF anywhere in frame (camera selects focus point automatically when face-priority AF or subject-tracking AF is selected)
Detection range -1 - +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)
Lens servo Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); full-time servo AF (AF-F)Manual focus (MF)
Focus point Can be selected from 11 focus points
AF-area mode Face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF, subject-tracking AF
Focus lock Focus can be locked by pressing shutter-release button halfway (single-servo AF) or by pressing AE-L/AF-L button
Built-in flash Auto, portrait, child, close up, night portrait, super vivid, pop, photo illustration, color sketch, toy camera effect: Auto flash with auto pop-up P, S, A, M: Manual pop-up with button release
Guide Number Approx. 12/39, 13/43 with manual flash (m/ft, ISO 100, 20°C/68°F)
Flash control TTL: i-TTL flash control using 420-pixel RGB sensor is available with built-in flash and SB-910, SB-900, SB-800, SB-700, SB-600, SB-400, or SB-300; i-TTL balanced fill-flash for digital SLR is used with matrix and center-weighted metering, standard i-TTL flash for digital SLR with spot metering
Flash mode Auto, auto with red-eye reduction, auto slow sync, auto slow sync with red-eye reduction, fill-flash, red-eye reduction, slow sync, slow sync with red-eye reduction, rear-curtain with slow sync, rear-curtain sync, off
Flash compensation -3 - +1 EV in increments of 1/3 EV
Flash-ready indicator Lights when built-in flash or optional flash unit is fully charged; flashes after flash is fired at full output
Accessory shoe ISO 518 hot-shoe with sync and data contacts and safety lock
Nikon Creative Lighting System Advanced Wireless Lighting supported with built-in flash, SB-910, SB-900, SB-800, or SB-700 as a master flash and SB-600 or SB-R200 as remotes, or SU-800 as commander; Flash Color Information Communication supported with built-in flash and all CLS-compatible flash units
Sync terminal AS-15 sync terminal adapter (available separately)
White balance Auto, incandescent, fluorescent (7 types), direct sunlight, flash, cloudy, shade, preset manual, all except preset manual with fine-tuning.
Automatic scene selection Available in auto and auto (flash off) modes
Metering TTL exposure metering using main image sensor
Frame size and frame rate 1920 x 1080, 60p (progressive)/50p/30p/25p/24p, high/normal 1280 x 720, 60p/50p, high/normal 640 x 424, 30p/25p, high/normal Frame rates of 30p (actual frame rate 29.97 fps) and 60p (actual frame rate 59.94 fps) are available when NTSC is selected for video mode. 25p and 50p are available when PAL is selected for video mode. Actual frame rate when 24p is selected is 23.976 fps.
Video compression H.264/MPEG-4 Advanced Video Coding
Audio recording format Linear PCM
Audio recording device Built-in monaural or external stereo microphone; sensitivity adjustable
Monitor 7.5-cm (3-in.), approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD with 170 ° viewing angle, approx. 100% frame coverage, and brightness adjustment
Playback Full-frame and thumbnail (4, 9, or 72 images or calendar) playback with playback zoom, movie playback, photo and/or movie slide shows, histogram display, highlights, auto image rotation, and image comment (up to 36 characters)
USB Hi-Speed USB
Video output NTSC, PAL
HDMI output Type C mini-pin HDMI connector
Accessory terminal Wireless remote controllers: WR-1, WR-R10 (available separately) Remote cords: MC-DC2 (available separately) GPS units: GP-1/GP-1A (available separately)
Audio input Stereo mini-pin jack (3.5mm diameter); supports optional ME-1 stereo microphones
Supported languages Arabic, Bengali, Bulgarian, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Greek, Hindi, Hungarian, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Marathi, Norwegian, Persian, Polish, Portuguese (Portugal and Brazil), Romanian, Russian, Serbian, Spanish, Swedish, Tamil, Telugu, Thai, Turkish, Ukrainian, Vietnamese
Battery One rechargeable Li-ion EN-EL14a battery
AC adapter EH-5b AC adapter; requires EP-5A power connector (available separately)
Tripod socket 1/4 in. (ISO 1222)
Dimensions Approx. 124 x 98 x 75.5 mm (4.9 x 3.9 x 3 in.)
Weight Approx. 460 g (1 lb 0.2 oz) with battery and memory card but without body cap; approx. 410 g/14.5 oz (camera body only)
Temperature 0 - 40°C (+32 - 104°F)
Humidity Less than 85% (no condensation)
Supplied accessories EN-EL14a rechargeable Li-ion battery (with terminal cover), MH-24 battery charger, DK-25 rubber eyecup, BF-1B body cap, AN-DC3 strap, UC-E17 USB cable, EG-CP14 audio/video cable, ViewNX 2 CD-ROM

 

 4. Nikon D5100 dslr Pemula 16.2 MP
Harga Rp 5.100.000




Spesifikasi



Type of Camera Single-lens reflex digital camera
Effective Pixels 16.2 million
Image Sensor Nikon DX format (23.6 x 15.6 mm) CMOS sensor
Image Size 4,928 x 3,264 [L], 3,696 × 2,448 [M], 2,464 × 1,632 [S]; D-movie: 1920 x 1080 / (30fps, 25fps, 24fps), 1280 x 720 / (30fps, 25fps, 24fps), 640 x 424 / (30fps, 25fps) 
Sensitivity ISO 100 to 6400 in steps of 1/3, 1/2, or 1 EV, plus HI-0.3, HI-0.5, HI-0.7, HI-1, HI-2 (ISO 25600)
File Format NEF (12 or 14-bit lossless compressed or compressed RAW), JPEG (Baseline-compliant); MOV movie (H.264/MPEG-4 AVC compression format with Linear PCM sound; Stereo sound with external microphone)
Storage Media SD memory card *1 (SDHC and SDXC compliant) 
Shooting Modes 1) Single frame, 2) Continuous: 4fps, 3) Self-timer, 4) Delayed remote, 5) Quick-response remote, 6) Silent shuttle release, 7) D-Movie
White Balance Auto (TTL white-balance with main image sensor and 420-pixel RGB sensor), Incandescent, Fluorescent ( 7 types ), Direct Sunlight, Flash, Cloudy, Shade, preset manual
LCD Monitor 3.0", 921,000-dot, low-temperature polysilicon TFT LCD, allows up to 170-degree viewing angle, horizontal opening type vari-angle LCD
Playback Function 1) Full-frame, 2) Movie Playback, 3) Thumbnail (4/9/72, calendar) playback, 4) playback zoom, 5) Faces detected during zoom, 6) Slide show, 7) Histogram display, 8) Highlights, 9) Auto image rotation, 10) Image comment
Delete Function Single image, Selected images, images taken on a selected date, All images (except protected images)
Interface USB 2.0 (High-speed), Video output, HDMI output (Type C mini-pin connector), new 10-pin remote terminal, Connector for external microphone
Picture Angle Approx. 1.5x lens focal length
Viewfinder Eye-level pentamirror; built-in diopter adjustment (-1.7 to +0.7m-1)
Focusing Screen Type B Brite View clear matte screen Mark VII screen
Viewfinder Frame Coverage/Magnification Approx. 95% / Approx. 0.78x
Autofocus TTL phase detection, 11 focus points (1 cross-sensor) by Nikon Multi-CAM 1000 autofocus module; Detection range: -1 to +19 EV (ISO 100 at 20°C/68°F)
Focus Modes 1) Autofocus (AF); Single-servo AF (AF-S); Continuous servo AF (AF-C); Auto AF-S/AF-C selection (AF-A), 2) Manual focus (MF) can be selected from 11 focus area
Exposure Metering System 1) 3D color matrix metering II (type G and D lenses), color matrix metering II (other CPU lenses), 2) Center-weighted (weight of 75% given to 8-mm circle in center of frame), 3) Spot metering (meters 3.5-mm circle centered on selected focus point)
Exposure Metering Range 1) Matrix or center-weighted metering: 0 - 20 EV 2) Spot metering: 2 - 20 EV (ISO 100, f/1.4, 20°C/68°F)
Exposure Control 1) Digital Vari-Program (Auto, Auto [Flash Off], 2) Scene ( portrait, landscape, close up, sports, night portrait, child, auto (flash off), night landscape, party/indoor, beach/snow, sunset, dusk/drawn, pet portrait, candlelight, blossom, autumn colors, food, silhouette, high key, low key), 3) Programmed Auto [P], 4) Shutter-Priority Auto [S], 5) Aperture Priority Auto [A], 6) Manual [M], 7) [Special effects modes] Night vision, color sketch, miniature effect, selective color, silhouette, high key, low key.
Auto Exposure Bracketing Exposure bracketing: 3 frames in steps of 1/3 or 1/2 EV
Shutter Electronically-controlled vertical-travel focal-plane shutter
Sync Contact X-contact only; flash synchronization at up to 1/200 s or slower
Flash Control 1) i-TTL flash control by 420-segment RGB sensor; i-TTL balanced fill-flash for digital SLR, standard i-TTL flash for digital SLR
Flash Sync Modes 1) Fill-flash, 2) slow sync, 3) auto slow sync, 4) red-eye reduction, 5) auto with red-eye reduction, 6) slow sync with red-eye reduction, 7) auto slow sync with red-eye reduction, 8) rear-curtain sync, 9) rear-curtain with slow sync
Self-Timer 2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1-9 exposures
Depth of Field Preview Button No
Remote Control Via Wireless Remote Control ML-L3 (optional)
GPS Via GP-1 GPS Unit (optional)
Supported Languages 22 languages: Arabic, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Norwegian, Polish, Portuguese, Russian, Spanish, Swedish, Thai, Turkish
Power Requirements Rechargeable Li-ion EN-EL14 battery 1030 mAh, EH-5a AC adapter (available separately; requires optional EP-5A power connector )
Battery Life Approx 660 shots
Tripod Socket 1/4 in. (ISO1222)
Dimensions Approx. 128 x 96.9 x 78.7 mm (5.0 x 3.8 x 3.1 in.)
Weight Approx. 509 g (1 lb. 2 oz.) 
Supplied Accessories Rechargeable Li-ion Battery EN-EL14, Battery Charger MH-24, Audio Video Cable EG-CP14, USB Cable UC-E6, Eyepiece Cap DK-5, Rubber Eyecup DK-20, Strap AN-DC3, Accessory Shoe Cover BS-1, Body Cap BF-1B, ViewNX 2 CD
Other Features Expeed 2 Image Processing Engine, D-Movie (Full HD recording; external stereo microphone input; in-camera movie editing), Full-time servo AF (AF-F) movie recording,Vari-angle LCD monitor, special effect mode 


5. Nikon D5200 dslr pemula 24.1 MP
Harga Rp 6.199.000



http://goo.gl/vQEpS4


Spesifikasi:

Type Electronically-controlled vertical-travel focal-plane shutter
Lens mount Nikon F mount (with AF contacts)
Effective angle of view Nikon DX format; focal length equivalent to approx. 1.5x that of lenses with FX format angle of view
Effective pixels 24.1 million
Image sensor 23.5 x 15.6 mm CMOS sensor
Total pixels 24.71 million
Dust-reduction System Image sensor cleaning, Image Dust Off reference data (optional Capture NX 2 software required)
Image size 6000 x 4000 (Large) 4496 x 3000 (Medium) 2992 x 2000 (Small)
File format MOV
Picture Control System Standard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape; selected Picture Control can be modified; storage for custom Picture Controls
Media SD (Secure Digital) and UHS-I compliant SDHC and SDXC memory cards
File system DCF (Design Rule for Camera File System) 2.0, DPOF (Digital Print Order Format), Exif (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras) 2.3, PictBridge
Viewfinder Eye-level pentamirror single-lens reflex viewfinder
Frame coverage Approx. 95% horizontal and 95% vertical
Magnification Approx. 0.78 x (50 mm f/1.4 lens at infinity, -1.0 m-1)
Eyepoint 17.9 mm (-1.0 m-1; from center surface of viewfinder eyepiece lens)
Diopter adjustment -1.7 - +0.7 m-1
Focusing screen Type B BriteView Clear Matte Mark VII screen
Reflex mirror Quick return
Lens aperture Instant return, electronically controlled
Compatible lenses Autofocus is available with AF-S and AF-I lenses. Autofocus is not available with other type G and D lenses, AF lenses (IX NIKKOR and lenses for the F3AF are not supported), and AI-P lenses. Non-CPU lenses can be used in mode M, but the camera exposure meter will not function. The electronic rangefinder can be used with lenses that have a maximum aperture of f/5.6 or faster.
Speed 1/4000 - 30 s in steps of 1/3 or 1/2 EV; Bulb; Time (requires optional ML-L3 remote control)
Flash sync speed X=1/200 s; synchronizes with shutter at 1/200 s or slower
Release mode Single frame, continuous L, continuous H, self-timer, delayed remote; ML-L3, quick-response remote; ML-L3, quiet shutter release; interval timer photography supported
Frame advance rate Up to 3 fps (L) or 5 fps (H) 
Self-timer 2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1-9 exposures
Metering mode TTL exposure metering using 2016-pixel RGB sensor
Metering method Matrix
Range Matrix or center-weighted metering: 0-20 EVSpot metering: 2-20 EV
Exposure meter coupling CPU
Mode Auto modes (auto; auto (flash off)); programmed auto with flexible program (P); shutter-priority auto (S); aperture-priority auto (A); manual (M); scene modes (portrait; landscape; child; sports; close up; night portrait; night landscape; party/indoor; beach/snow; sunset; dusk/dawn; pet portrait; candlelight; blossom; autumn colors; food); special effects modes (night vision; color sketch; miniature effect; selective color; silhouette; high key; low key)
Exposure compensation Can be adjusted by -5 - +5 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV in P, S, A, and M modes
Bracketing Exposure bracketing: 3 shots in steps of 1/3 or 1/2 EV White balance bracketing: 3 shots in steps of 1 Active D-Lighting bracketing: 2 shots
Exposure lock Luminosity locked at detected value with AE-L/AF-L button
ISO sensitivity ISO 100 to 6400; can also be set to approx. 0.3, 0.7, 1, or 2 EV (ISO 25600 equivalent) above ISO 6400
Active D-Lighting Auto, extra high, high, normal, low, off
Autofocus Contrast-detect AF anywhere in frame (camera selects focus point automatically when face-priority AF or subject-tracking AF is selected)
Detection range -1 - +19 EV (ISO 100, 20 °C/68 °F)
Lens servo Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); full-time-servo AF (AF-F) Manual focus (MF)
Focus point Can be selected from 39 or 11 focus points
AF-area mode Face-priority AF, wide-area AF, normal-area AF, subject-tracking AF
Focus lock Focus can be locked by pressing shutter-release button halfway (single-servo AF) or by pressing AE-L/AF-L button
Built-in flash Auto, portrait, child, close up, night portrait, party/indoor, pet portrait, color sketch: Auto flash with auto pop-up P, S, A, M, food: Manual pop-up with button release
Guide Number Approx. 12/39, 13/43 with manual flash (m/ft, ISO 100, 20 °C/68 °F)
Flash control TTL: i-TTL flash control using 2016-pixel RGB sensor is available with built-in flash and SB-910, SB-900, SB-800, SB-700, SB-600, or SB-400; i-TTL balanced fill-flash for digital SLR is used with matrix and center-weighted metering, standard i-TTL flash for digital SLR with spot metering
Flash mode Auto, auto with red-eye reduction, auto slow sync, auto slow sync with red-eye reduction, fill-flash, red-eye reduction, slow sync, slow sync with red-eye reduction, rear-curtain with slow sync, rear-curtain sync, off
Flash compensation -3 - +1 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV
Flash-ready indicator Lights when built-in flash or optional flash unit is fully charged; flashes after flash is fired at full output
Accessory shoe ISO 518 hot-shoe with sync and data contacts and safety lock
Nikon Creative Lighting System Advanced Wireless Lighting supported with SB-910, SB-900, SB-800, or SB-700 as a master flash or SU-800 as commander; Flash Color Information Communication supported with all CLS-compatible flash units
Sync terminal AS-15 sync terminal adapter (available separately)
White balance Auto, incandescent, fluorescent (7 types), direct sunlight, flash, cloudy, shade, preset manual, all except preset manual with fine-tuning.
Automatic scene selection Available in auto and auto (flash off) modes
Metering TTL exposure metering using main image sensor
Frame size and frame rate 1920 x 1080, 60i (59.94 fields/s)/ 50i (50 fields/s)*, high/normal 1920 x 1080, 30 p (progressive)/25p/24p, high/normal 1280 x 720, 60p/50p, high/normal 640 x 424, 30p/25p, high/normal Frame rates of 30p (actual frame rate 29.97 fps), 60i, and 60p (actual frame rate 59.94 fps) are available when NTSC is selected for video mode. 25p, 50i, and 50p are available when PAL is selected for video mode. Actual frame rate when 24p is selected is 23.976 fps. * Sensor output is about 60 or 50 fps.
Video compression H.264/MPEG-4 Advanced Video Coding
Audio recording format Linear PCM
Audio recording device Built-in or external stereo microphone; sensitivity adjustable
Monitor 7.5-cm (3-in.), approx. 921k-dot (VGA), vari-angle TFT monitor with 170 ° viewing angle, approx. 100% frame coverage, and brightness adjustment
Playback Full-frame and thumbnail (4, 9, or 72 images or calendar) playback with playback zoom, movie playback, photo and/or movie slide shows, histogram display, highlights, auto image rotation, and image comment (up to 36 characters)
USB Hi-Speed USB
Video output NTSC, PAL
HDMI output Type C mini-pin HDMI connector
Accessory terminal Wireless remote controller: WR-R10 wireless remote controller (available separately)Remote cord: MC-DC2 (available separately)GPS unit: GP-1 (available separately)
Audio input Stereo mini-pin jack (3.5mm diameter)
Supported languages Arabic, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Greek, Hindi, Hungarian, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Norwegian, Polish, Portuguese (Portugal and Brazil), Romanian, Russian, Spanish, Swedish, Thai, Turkish, Ukrainian
Battery One rechargeable Li-ion EN-EL14 battery
AC adapter EH-5b AC adapter; requires EP-5A power connector (available separately)
Tripod socket 1/4 in. (ISO 1222)
Dimensions Approx. 129.0 x 98.0 x 78.0 mm (5.1 x 3.9 x 3.1 in.)
Weight Approx. 555 g (1 lb 3.6 oz) with battery and memory card but without body cap; approx. 505 g/1 lb 1.8 oz (camera body only)
Temperature 0 °C-40 °C (+32 °F-104 °F)
Humidity 85% or less (no condensation)
Supplied accessories EN-EL14 rechargeable Li-ion battery (with terminal cover), MH-24 battery charger, AN-DC3 strap, UC-E17 USB cable, EG-CP16 audio/video cable, DK-5 eyepiece cap, BS-1 accessory shoe cover, DK-20 rubber eyecup, BF-1B body cap, ViewNX 2 CD-ROM, User's Manual



Demikian informasi yang bisa kami samapikan kepada anda semua pecinta fotografi dan juga pencari kamera dslr murah untuk pemula khususnya untuk kamera merek nikon dengan judul artikel  5 Kamera Dslr pemula Murah Nikon plus gambar maret 2015. Semoga informasi yang terlah kami samapiakan diatasbisa bermanfaat untuk anda semua sekian dan terimakasih.
Posting Lama ►
 
Best Patner

mobileO

Copyright © 2012. Hobi kamera SLR - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz